Sabtu, 22 November 2014

Pilihan Tersulitku

``jangan pernah ganggu aku lagi`` katamu di akhir pembicaraan telepon.
ganggu? beararti menurutmu aku hanya mengganggumu? iya? hati ini rasanya seperti tersayat tersayat mendengar kalimat itu.

bagaimana bisa aku menyayangi orang yang bahkan tak pernah menyayangiku ? bukankah itu hal bodoh?

hatiku mengatakan ``kau yakin? bagaimana bisa kau pergi begitu saja? sedangkan selama ini kau mati matian untuk tak melepaskannya. kau masih membutuhkannya !``

beda dengan logikaku, ia berkata ``masih pantaskah lelaki seprti dia kau pertahankan? lelaki yang tak pernah melihat akan usahamu yg selama ini mempertahankannya? jangan bodoh! jangan buat air matamu jatuh karena laki laki seperti dia. jangan dengarkan kata hatimu``

mana yang harus ku dengarkan? semua benar. mana yang terbaik untukku? bertahan dengan rasa sakit? atau meninggalkan rasa sakit itu? Tuhan, aku lelah mendengarkan hati dan logikaku.
mereka tak memberi pilihan bagiku. mereka hanya membuat bebanku semakin berat. Aku semakin lelah Tuhan..

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar