Air mata itu tak seharusnya mengalir tepat di depanku.
Aku tak ingin melihatmu menangis.
Apakah aku sedang menyakitimu hari itu? Namun kau tak menjawab apa-apa dari pertanyaan yang aku lontarkan.
Kau tetap membiarkan air mata itu terus mengalir.
Sayang aku tak bisa melihatmu seperti itu.
Perlahan ku usap cairan bening itu, lalu setelahnya kau memelukku.
Kau bilang, kau sangat menyayangiku karena pada hari itu aku rela
menjemputmu padahal aku sendiri baru saja bangun dari tidurku dan siang
itu matahari sangat terik.
Aku rasa itu tak masalah bagiku, bahkan aku senang karena kau menyuruhku untuk menjemputmu, dan artinya aku bisa melihatmu.
Sayang, mendengar rengekanmu saat di telepon akupun tak bisa, aku tak bisa membiarkanmu panas-panasan di depan kampusmu.
Aku menyayangimu, bahkan sangat menyayangimu.
Kau yang mengajariku untuk menjadi wanita yang lebih dewasa, kau juga mengajariku apa arti kerinduan itu.
Kau yang selalu membahagiakan aku dengan caramu.
Kau harus janji satu hal, jika kau membaca tulisanku, kau tak boleh menangis di depanku. Karena aku terlalu menyayangimu.
Rabu, 18 Maret 2015
Minggu, 15 Maret 2015
Karena Aku Telanjur Berharap
Entah, bagaimana sekenario Tuhan kedepannya.
Aku terlanjur melangkah jauh masuk dalam kehidupanmu, aku inginkan kamu.
Aku terlanjur menyayangimu, sangat menyayangimu.
Tiada hari tanpa aku memikirkanmu.
Sayang, jangan kecewakan aku.
Jangan pernah beranjak pergi dariku.
Jangan hancurkan anganku untuk terus bersamamu.
Aku tau, aku tak sesempurna wanita lain, bahkan aku sangat jauh dari kata sempurna.
Entah apa yang kau lihat dan banggakan dari sosok aku. Aku tidak ada apa-apanya dibanding wanita kebanyakan.
Setiap kali aku tanya "kamu kenapa mau sama aku?" Dan kau selalu menjawab dengan jawaban yang sama.
Jawabanmu selalu menunjukkan seakan aku sangat berarti bagimu.
Benarkah begitu berartinya aku untukmu? Benarkah? Aku harap iya sayang.
Aku harap tak ada kekecewaan suatu saat nanti.
Setiap kali aku bilang "jangan tinggalin aku" dan kau jawab "asal sayang gak main-main"
Main-main? Berfikiran untuk itu aku pun tak pernah.
Alasan apa yang mampu membuat aku berpaling dari sosok kamu? Ku rasa tak ada.
Kau terlalu sempurna, terlalu sempurna untuk ku sia-siakan, sayang.
Jangan berfikiran aku akan berpaling darimu.
Tapi aku mohon, jangan pernah jenuh untuk menyayangiku.
Jangan pernah bosan mengatakan bahwa kau sayang padaku.
Aku berjanji, sejauh apapun jarak memisahkan kita, sebanyak apapun waktu yang terbuang, aku tak akan pernah melepasmu dari ingatanku. Tak akan pernah berpaling darimu. Tapi kau harus janjikan satu hal, teruslah membuat aku nyaman bersamamu, buatlah aku merasa menjadi wanita spesial dalam hidupmu.
Karena aku terlanjur berharap lebih padamu
Aku terlanjur melangkah jauh masuk dalam kehidupanmu, aku inginkan kamu.
Aku terlanjur menyayangimu, sangat menyayangimu.
Tiada hari tanpa aku memikirkanmu.
Sayang, jangan kecewakan aku.
Jangan pernah beranjak pergi dariku.
Jangan hancurkan anganku untuk terus bersamamu.
Aku tau, aku tak sesempurna wanita lain, bahkan aku sangat jauh dari kata sempurna.
Entah apa yang kau lihat dan banggakan dari sosok aku. Aku tidak ada apa-apanya dibanding wanita kebanyakan.
Setiap kali aku tanya "kamu kenapa mau sama aku?" Dan kau selalu menjawab dengan jawaban yang sama.
Jawabanmu selalu menunjukkan seakan aku sangat berarti bagimu.
Benarkah begitu berartinya aku untukmu? Benarkah? Aku harap iya sayang.
Aku harap tak ada kekecewaan suatu saat nanti.
Setiap kali aku bilang "jangan tinggalin aku" dan kau jawab "asal sayang gak main-main"
Main-main? Berfikiran untuk itu aku pun tak pernah.
Alasan apa yang mampu membuat aku berpaling dari sosok kamu? Ku rasa tak ada.
Kau terlalu sempurna, terlalu sempurna untuk ku sia-siakan, sayang.
Jangan berfikiran aku akan berpaling darimu.
Tapi aku mohon, jangan pernah jenuh untuk menyayangiku.
Jangan pernah bosan mengatakan bahwa kau sayang padaku.
Aku berjanji, sejauh apapun jarak memisahkan kita, sebanyak apapun waktu yang terbuang, aku tak akan pernah melepasmu dari ingatanku. Tak akan pernah berpaling darimu. Tapi kau harus janjikan satu hal, teruslah membuat aku nyaman bersamamu, buatlah aku merasa menjadi wanita spesial dalam hidupmu.
Karena aku terlanjur berharap lebih padamu
Jumat, 20 Februari 2015
Dear Kamu Rio Anggaraku
Teruntuk kamu yang selalu tau cara membuat aku rindu..
Sayang, ini rasanya sudah mulai kelewatan.
Bercerita apa yang aku alami hari ini padamu, sedangkan kau membuka pesanku pun enggan.
Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sedang baik baik saja disini, baik baik saja menunggu kabar darimu.
Sayang, ini rasanya sudah mulai kelewatan.
Bercerita apa yang aku alami hari ini padamu, sedangkan kau membuka pesanku pun enggan.
Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sedang baik baik saja disini, baik baik saja menunggu kabar darimu.
Aku tahu bahwa kau sibuk dengan tugas tugas kuliahmu, terakhir kau
mengabariku kemarin, hari kamis jam 9 walaupun di pesanmu hanya tertulis
"PING!!!" 2x.
Baru ku balas satu jam setelahnya.
Kau tak membalasnya kembali sampai detik ini. Tapi seditaknya aku tahu bahwa kau sedang baik baik saja disana.
Aku tidak mengeluh karena kau tak balas pesanku, aku hanya rindu padamu, rindu perhatianmu, rindu canda tawa kita.
Rindu semua keseharianku denganmu.
Aku akan selalu tetap disini, tak akan pernah beranjak pergi darimu.
Aku tak pernah berfikiran negatif karena tak ada kabar darimu. Aku selalu berfikir positif tentang dirimu "karena kau sibuk dengan tugas-tugasmu" itu yang aku tahu.
Karena aku tahu, wanita yang baik tak akan berfikiran buruk tentang lelakinya.
Tapi aku sungguh merindukanmu, aku ingin di manja dengan perhatianmu, ingin kau buat tertawa kerena tingkah polosmu.
Ini aku, wanitamu yang selalu menunggu kabar darimu, wanita yang tiada hentinya menangis karena merindukammu.
I miss you, Rio Anggara
Baru ku balas satu jam setelahnya.
Kau tak membalasnya kembali sampai detik ini. Tapi seditaknya aku tahu bahwa kau sedang baik baik saja disana.
Aku tidak mengeluh karena kau tak balas pesanku, aku hanya rindu padamu, rindu perhatianmu, rindu canda tawa kita.
Rindu semua keseharianku denganmu.
Aku akan selalu tetap disini, tak akan pernah beranjak pergi darimu.
Aku tak pernah berfikiran negatif karena tak ada kabar darimu. Aku selalu berfikir positif tentang dirimu "karena kau sibuk dengan tugas-tugasmu" itu yang aku tahu.
Karena aku tahu, wanita yang baik tak akan berfikiran buruk tentang lelakinya.
Tapi aku sungguh merindukanmu, aku ingin di manja dengan perhatianmu, ingin kau buat tertawa kerena tingkah polosmu.
Ini aku, wanitamu yang selalu menunggu kabar darimu, wanita yang tiada hentinya menangis karena merindukammu.
I miss you, Rio Anggara
Selasa, 13 Januari 2015
Dear kamu laki-laki 18 kilomete[R]ku
Kau mulai berbeda..
kau bukan lagi laki-laki yang pertama ku kenal.
pertama kali ku mengenalmu, kau tak secuek sekarang.
iya aku tau kau sibuk dengan wanitamu, pertama kenal kau masih peduli padaku.
kau masih mau membagi waktu antara aku dan wanitamu.
tapi sekarang kau tak peduli sama sekali padaku.
aku berani menunggumu karena kau yang memberiku cukup perhatian.
hingga ku benar benar berharap menunggumu.
namun sekarang kau membuatku takut menunggu.
aku tersiksa disini :')
aku rasa tak akan ada gunanya aku menunggu, tapi rasa itu masih ada. bahkan masih terbilang `banyak`
sulit bagiku menghilangkan rasa itu.
aku masih menyayangimu.
kau disana sibuk dengan wanitamu, aku disini sibuk memikirkan bagaimana caranya menghilangkan rasa ini kepadamu.
sakit sayang saat ku tau kau mengabaikanku.
pengabaianmu terlalu dalam, hingga aku terpuruk disini.
terpuruk menunggu sesuatu yang tak pasti.
bahkan aku tahu endingnya aku akan kalah.
tapi sungguh sulit bagiku membuat semuanya kembali seperti pertama mengenalmu. membuat hati ini biasa saja saat tak dengar kabar darimu.
aku tersiksa sayang.. bahkan aku terlanjur berjanji pada diriku sendiri untuk tetap menunggumu.
tapi aaaah !
kurasa aku mulai gila !
menyayangi seseorang yang baru ku kenal. bahkan perkenalannya masih dapat ku hitung dengan jari-jariku.
kau membuatku takut untuk menyapamu lewat pesan singkat.
sekalipun menyapa lewat sosial media.
aku hanya berani menanyakan kabarmu lewat temanmu. aku takut nantinya aku dapat pengabaian dan hal itu membuatku semakin terpuruk.
karena aku sadar diri, siapa aku, bagaimana aku, dan bagaimana kekuranganku.
kau harus tau bahwa aku menyayangimu sekalipun kau tak menyayangiku.
kau bukan lagi laki-laki yang pertama ku kenal.
pertama kali ku mengenalmu, kau tak secuek sekarang.
iya aku tau kau sibuk dengan wanitamu, pertama kenal kau masih peduli padaku.
kau masih mau membagi waktu antara aku dan wanitamu.
tapi sekarang kau tak peduli sama sekali padaku.
aku berani menunggumu karena kau yang memberiku cukup perhatian.
hingga ku benar benar berharap menunggumu.
namun sekarang kau membuatku takut menunggu.
aku tersiksa disini :')
aku rasa tak akan ada gunanya aku menunggu, tapi rasa itu masih ada. bahkan masih terbilang `banyak`
sulit bagiku menghilangkan rasa itu.
aku masih menyayangimu.
kau disana sibuk dengan wanitamu, aku disini sibuk memikirkan bagaimana caranya menghilangkan rasa ini kepadamu.
sakit sayang saat ku tau kau mengabaikanku.
pengabaianmu terlalu dalam, hingga aku terpuruk disini.
terpuruk menunggu sesuatu yang tak pasti.
bahkan aku tahu endingnya aku akan kalah.
tapi sungguh sulit bagiku membuat semuanya kembali seperti pertama mengenalmu. membuat hati ini biasa saja saat tak dengar kabar darimu.
aku tersiksa sayang.. bahkan aku terlanjur berjanji pada diriku sendiri untuk tetap menunggumu.
tapi aaaah !
kurasa aku mulai gila !
menyayangi seseorang yang baru ku kenal. bahkan perkenalannya masih dapat ku hitung dengan jari-jariku.
kau membuatku takut untuk menyapamu lewat pesan singkat.
sekalipun menyapa lewat sosial media.
aku hanya berani menanyakan kabarmu lewat temanmu. aku takut nantinya aku dapat pengabaian dan hal itu membuatku semakin terpuruk.
karena aku sadar diri, siapa aku, bagaimana aku, dan bagaimana kekuranganku.
kau harus tau bahwa aku menyayangimu sekalipun kau tak menyayangiku.
Sabtu, 20 Desember 2014
Hanya Tak Ingin Gagal Lagi
Semuanya berawal dari facebook.
Jadi flashback dengan cerita sebelumnya. Cerita awalnya memang sama, kuharap alurnya tak akan sama.
Dia hadir dalam hidupku baru beberapa hari, namun aku sudah bisa menemukan titik kenyamananku.
Tuhan apakah mungkin ini terlalu cepat? Terkadang aku bahagia bisa dekat dengannya. Terkadang juga aku merasa takut, takut nantinya ``hanya manis di awal``
Kali ini aku tak ingin terburu buru mengambil keputusan, takut nantinya aku gagal. Aku masih ingin mengenalnya lebih jauh. Namun sejauh ini aku dengannya masih terbilang `hangat`. Masih baik baik saja. Masih tak terlihat sesuatu yang membuatku ingin beranjak darinya. Aku masih ingin dengannya.
Namun aku juga tahu bahwa dia baru saja patah hati. Hanya takut nantinya aku sebagai pelarian saja. Aku juga memang baru saja patah hati. Bahkan aku terpuruk dalam sebulan lebih. namun sekarang aku tegar, tak selemah hari kemarin. bahkan aku benci pagiku dengan katup mata yang besar seperti mata panda. sekarang sudah tak ada lagi tangisn di malam hari. aku sudah mandiri karena dukungan orang-orang yang menyayangiku. Aku tak pernah menjadikan seseorang sebagai pelampiasan. Karena aku tau bagaimana rasanya menjadi plampiasan. Maka dari itu aku tak akan pernah menjadikan siapapun sebagai plampiasanku. aku pernah merasakan sakitnya. Dan aku tak ingin mereka yang tak bersalah juga merasakan sakitnya.
Tuhan aku harus apa untuk membuktikannya bahwa dia baik untukku? Dengan cara apa lagi membuktikan bahwa dia memang benar benar tulus? Apa aku harus percaya begitu saja? Tapi memang tak pernah ada yang aneh selama ini.
Dia memang selalu meyakinkanku. Namun aku memang karakter orang yang sulit untuk percaya pada orang yang baru saja ku kenal. Bahkan sebelumnya dia `asing` bagiku. Tapi dia terus berusaha meyakinkanku.
Kurasa aku mulai luluh dengannya. Bahkan aku berharap lebih padanya. Aku rindu kalau dia tak ada kabar. Aneh, aku benar benar mulai merasa nyaman.
kurahap dia tak hancurkan semuanya, menghancurkan kepercayaan yang sedikit demi sedikit mulai menerobos dinding ketakutanku. Aku mulai menyayangimu.
kumohon jangan hancurkan aku.
Jadi flashback dengan cerita sebelumnya. Cerita awalnya memang sama, kuharap alurnya tak akan sama.
Dia hadir dalam hidupku baru beberapa hari, namun aku sudah bisa menemukan titik kenyamananku.
Tuhan apakah mungkin ini terlalu cepat? Terkadang aku bahagia bisa dekat dengannya. Terkadang juga aku merasa takut, takut nantinya ``hanya manis di awal``
Kali ini aku tak ingin terburu buru mengambil keputusan, takut nantinya aku gagal. Aku masih ingin mengenalnya lebih jauh. Namun sejauh ini aku dengannya masih terbilang `hangat`. Masih baik baik saja. Masih tak terlihat sesuatu yang membuatku ingin beranjak darinya. Aku masih ingin dengannya.
Namun aku juga tahu bahwa dia baru saja patah hati. Hanya takut nantinya aku sebagai pelarian saja. Aku juga memang baru saja patah hati. Bahkan aku terpuruk dalam sebulan lebih. namun sekarang aku tegar, tak selemah hari kemarin. bahkan aku benci pagiku dengan katup mata yang besar seperti mata panda. sekarang sudah tak ada lagi tangisn di malam hari. aku sudah mandiri karena dukungan orang-orang yang menyayangiku. Aku tak pernah menjadikan seseorang sebagai pelampiasan. Karena aku tau bagaimana rasanya menjadi plampiasan. Maka dari itu aku tak akan pernah menjadikan siapapun sebagai plampiasanku. aku pernah merasakan sakitnya. Dan aku tak ingin mereka yang tak bersalah juga merasakan sakitnya.
Tuhan aku harus apa untuk membuktikannya bahwa dia baik untukku? Dengan cara apa lagi membuktikan bahwa dia memang benar benar tulus? Apa aku harus percaya begitu saja? Tapi memang tak pernah ada yang aneh selama ini.
Dia memang selalu meyakinkanku. Namun aku memang karakter orang yang sulit untuk percaya pada orang yang baru saja ku kenal. Bahkan sebelumnya dia `asing` bagiku. Tapi dia terus berusaha meyakinkanku.
Kurasa aku mulai luluh dengannya. Bahkan aku berharap lebih padanya. Aku rindu kalau dia tak ada kabar. Aneh, aku benar benar mulai merasa nyaman.
kurahap dia tak hancurkan semuanya, menghancurkan kepercayaan yang sedikit demi sedikit mulai menerobos dinding ketakutanku. Aku mulai menyayangimu.
kumohon jangan hancurkan aku.
Langganan:
Komentar (Atom)

