Rabu, 18 Maret 2015

Hanya Sekedar Ingin Melihat Senyummu

Air mata itu tak seharusnya mengalir tepat di depanku.
Aku tak ingin melihatmu menangis.
Apakah aku sedang menyakitimu hari itu? Namun kau tak menjawab apa-apa dari pertanyaan yang aku lontarkan.
Kau tetap membiarkan air mata itu terus mengalir.
Sayang aku tak bisa melihatmu seperti itu.

Perlahan ku usap cairan bening itu, lalu setelahnya kau memelukku.
Kau bilang, kau sangat menyayangiku karena pada hari itu aku rela menjemputmu padahal aku sendiri baru saja bangun dari tidurku dan siang itu matahari sangat terik.
Aku rasa itu tak masalah bagiku, bahkan aku senang karena kau menyuruhku untuk menjemputmu, dan artinya aku bisa melihatmu.

Sayang, mendengar rengekanmu saat di telepon akupun tak bisa, aku tak bisa membiarkanmu panas-panasan di depan kampusmu.
Aku menyayangimu, bahkan sangat menyayangimu.
Kau yang mengajariku untuk menjadi wanita yang lebih dewasa, kau juga mengajariku apa arti kerinduan itu.
Kau yang selalu membahagiakan aku dengan caramu.

Kau harus janji satu hal, jika kau membaca tulisanku, kau tak boleh menangis di depanku. Karena aku terlalu menyayangimu.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar