Semuanya berawal dari facebook.
Jadi flashback dengan cerita sebelumnya. Cerita awalnya memang sama, kuharap alurnya tak akan sama.
Dia hadir dalam hidupku baru beberapa hari, namun aku sudah bisa menemukan titik kenyamananku.
Tuhan apakah mungkin ini terlalu cepat? Terkadang aku bahagia bisa dekat dengannya. Terkadang juga aku merasa takut, takut nantinya ``hanya manis di awal``
Kali ini aku tak ingin terburu buru mengambil keputusan, takut
nantinya aku gagal. Aku masih ingin mengenalnya lebih jauh. Namun sejauh
ini aku dengannya masih terbilang `hangat`. Masih baik baik saja. Masih
tak terlihat sesuatu yang membuatku ingin beranjak darinya. Aku masih
ingin dengannya.
Namun aku juga tahu bahwa dia baru saja patah hati. Hanya takut
nantinya aku sebagai pelarian saja. Aku juga memang baru saja patah
hati. Bahkan aku terpuruk dalam sebulan lebih. namun sekarang aku tegar,
tak selemah hari kemarin. bahkan aku benci pagiku dengan katup mata
yang besar seperti mata panda. sekarang sudah tak ada lagi tangisn di
malam hari. aku sudah mandiri karena dukungan orang-orang yang
menyayangiku. Aku tak pernah menjadikan seseorang sebagai pelampiasan.
Karena aku tau bagaimana rasanya menjadi plampiasan. Maka dari itu aku
tak akan pernah menjadikan siapapun sebagai plampiasanku. aku pernah
merasakan sakitnya. Dan aku tak ingin mereka yang tak bersalah juga
merasakan sakitnya.
Tuhan aku harus apa untuk membuktikannya bahwa dia baik untukku?
Dengan cara apa lagi membuktikan bahwa dia memang benar benar tulus? Apa
aku harus percaya begitu saja? Tapi memang tak pernah ada yang aneh
selama ini.
Dia memang selalu meyakinkanku. Namun aku memang karakter orang
yang sulit untuk percaya pada orang yang baru saja ku kenal. Bahkan
sebelumnya dia `asing` bagiku. Tapi dia terus berusaha meyakinkanku.
Kurasa aku mulai luluh dengannya. Bahkan aku berharap lebih padanya.
Aku rindu kalau dia tak ada kabar. Aneh, aku benar benar mulai merasa
nyaman.
kurahap dia tak hancurkan semuanya, menghancurkan kepercayaan yang
sedikit demi sedikit mulai menerobos dinding ketakutanku. Aku mulai
menyayangimu.
kumohon jangan hancurkan aku.
Sabtu, 20 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar