Selasa, 09 Desember 2014

Senja Itu..

Kan selalu kuingat senja itu.
Senja yang membuat hatiku menjadi bisa lebih memilih. Memilih siapa yang seharusnya menemaniku. Rasa yang sebelumnya hilang, kini tiba-tiba muncul (lagi). Sore itu kau dekap aku dalam pelukanmu, lalu ku tenggelamkan mukaku ditubuhmu, sejuk, damai, ah aneh rasanya. Aku melihat dirimu yang dulu. dirimu yang selalu menyayangiku.


Dalam perjalanan pulang aku hanya terdiam, menangis dalam diam. Pandanganku kosong, namun air mataku masih mengalir deras dibelakangmu tanpa kau sadari. aku hanya mengingat masa indah kita. Lalu hancur begitu saja, karena dia~ ya wanitamu.
"kau kenapa? Kau sudah bosan?" bicaramu membuatku terkejut hingga akhirnya ku usap air mataku dengan kasar dan ku jawab pertanyaanmu "tidak". Lalu kau menarik tanganku agar berpegangan padamu, ku lingkarkan tanganku di perutmu. Lalu kau mengajakku makan di warung pinggir jalan yang katamu enak.
"jangan makan disitu, terlalu mahal" menunjuk restauran bercat hijau itu.

Deg

Aku terhenyak pada kata katamu. Ku tahu kau ingat pada wanitamu.
Ku jawab perlahan "iya aku tahu, aku pernah makan malam disana bersama orang tuaku" aku pura-pura tak mengerti.
"kau pernah?" tanyanya "iya" jawabku.
Lalu kami duduk di warung itu. Kami memesan makanan. Beberapa saat pesanan minumanku datang. Sambil menunggu makanan datang aku hanya bermalas-malasan. Mengaduk-aduk es jerukku tanpa ada kata kata yang keluar dari mulutku untuk memulai percakapan lagi denganmu. Aku sempat kembali merasakan kasih sayangmu di bukit dan senja itu, setelahnya kau ingatkanku pada rasa sakitku yang sebelumnya sudah kulupakan. Rasaku sedikit aneh lagi, aku lagi lagi merasakan benci itu. Aku hanya tak ingin kau ingatkanku lagi. aku hanya ingin kau tahu, sekarang aku adalah wanitamu yang dulu, wanita yang kau harapkan. sekarang hatiku berpihak padamu sayang.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar